Gudang Ilmu Fandi
-

kursor

Rabu, 29 Mei 2013

Generator sederhana

Perhatian:
Umumnya Generator Magnet Permanen hanya untuk mengisi baterai atau accu, bukan langsung ke beban, dengan demikian putarannya tidak perlu kencang (cukup 200-500 rpm atau dengan kecepatan angin 10-18km/jam).
.
Generator Listrik 1
Berdasarkan konstruksi di:

Sebelum Membuat, Bacalah Terlebih Dahulu Hingga Selesai.

Bahan-bahan:
- Besi plat 1mm yg rata, uk 16 x 16 cm. (Rp 5500/kg diloakan besi).
- 3lbr hardboard 10mm (lebih tebal lebih baik) uk 18 x 18 cm. Atau boleh juga papan dg lebar yg sama.
- 12 buah magnet mainan yg bulat ( Rp 3rb/psg. Biasanya pedagangnya suka keliling ke sekolah2 SD. Atau cari di toko mainan). Jangan beli yg segitiga atau lonjong.
- Kawat email 0,3mm, seberat 750gr ( dijual di toko listrik, atau tanyakan ke tukang service dinamo. Biasanya dijual Rp 12rb/ons).
- 1 Baut batangan 6mm (Rp 7000/btg, panjangnya 1m), mur 10 buah, ring 4 bh.
- Mata bor 2-4-8-10 mm, mata bor kipas 21mm, kunci baut no 12, sedikit seng almunium/tembaga tipis.
- 2 bh bearing/laher bor listrik (no: 608ZZ, 7500/bh, di toko alat2 listrik/tehnik).
- Superglue (Rp 2500), dan lem epoxy (Rp 8000). Untuk melapis rotor/stator beli ½ kg resin + katalis fiberglas (Rp 20rb/kg ditoko kimia).
Cara pembuatannya:
Rotor/dudukan magnet:
Bentuk besi plat menjadi bulat, bagi 12 sudut (gunakan busur derajat). Bila sulit dibuat bulat, dapat dibuat oktagon. Bor titik tengahnya dg mata bor 8mm. Tempatkan magnet diujung tepat ditengah2 garis sudut, lem dg superglue. Tempatkan magnet berikut disebelahnya berlawanan kutub. Caranya bila magnet berhadapan saling menolak maka langsung taruh tanpa hrs dibalik. Tapi bila saling menarik, maka hrs dibalik dulu baru ditaruh disebelahnya. Konfigurasinya N-S-N-S. Tidak perlu memusingkan mana yg N mana yg S. Kesimpulannya: 2 buah magnet dlm satu garis lurus harus sama kutubnya. Dengan demikian terdapat 6 kutub N dan 6 kutub S. Setelah semua terpasang, lem sekeliling magnit2 dg epoxy spy kalau nanti diputar kencang tidak beterbangan. Potong baut batangan sepanjang 20 cm pasang di rotor, kedepan 14cm kebelakang sisanya. Kencangkan dg mur, didepan dg 4 mur, dibelakang magnet cukup 1 mur. lapisi/rendam permukaan plat dg resin ¼ tebal magnet, sehingga magnet dan as tdk akan longgar lagi. Lebih bagus terendam penuh magnetnya tapi rotor menjadi berat.
    
Menggulung koil:
Buat 2 buah coil former 4 x 4 cm dari hardboard 10mm, potong bulat atau oktagon. Bor titik tengah dg mata bor 8mm, sisi kiri dan kanan dg mata bor 2mm (utk keluar kawat). Potong 1,2cm pralon listrik (1/4in yg tebal) sebanyak 12 bh sbg dasar gulungan. Potong baut batangan 15cm sbg as, masukkan kesalah satu formernya, jepit dg mur depan belakang. Masukkan kawat email kelubang kecil, lebihkan 15cm, masukkan pralonnya kedalam as, satukan, lalu mulailah menggulung sebanyak 400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Selesai menggulung, lebihkan kawat 15cm lalu potong, kemudian masukkan kelubang kecil lagi dan balut dg selotip transparan spy tdk terlepas. Lepaskan koil termasuk pralonnya dari pemutar. Buat sebanyak 12 buah.
   
Rumah Generator sekaligus sebagai dudukan koil:
Patokan: Titik tengah koil harus selalu berada dititik tengah magnet. Karena bentuk koil tidak seragam (ada yg bulat, lonjong ,kotak, dsb) maka posisi magnetlah yg harus menyesuaikan. Dudukan koil juga jangan terbuat dari metal.
Gambar bulatan dia. 18cm di dua hardboard dg jangka. Bagi menjadi 4 bagian (45 derajat). Potong hanya ½ bulatan, sisanya biarkan tetap segi empat. Dari titik tengah salah satu hardboard yg sdh dibentuk, gambar lagi bulatan dia. 17cm, bagi menjadi 12 sudut (30 derajat). Tumpuk kedua hardboard menjadi satu, lalu bor titik tengahnya dg mata bor 4mm. Pisahkan kembali. Bor titik tengah kedua hardboard dg mata bor kipas dia. 21mm, dalam 5mm, utk dudukan bearing/laher. Jgn sampai tembus. Bor kembali titik tengah keduanya dg mata bor 10mm spy baut batang bisa tembus dan bebas berputar. Tempatkan koil diujung tepat ditengah2 garis sudut. Ingat, kawat awal harus ada diatas. Lem sekeliling koil dg epoxy, atau lapisi dg sisa resin. Hardboard yg tersisa dipakai sbg dasar rumah.
    
Menggabungkan koil: kerok lapisan email terlebih dahulu (A= awal B= buntut).
1A-2A; 2B-3B; 3A-4A; 4B-5B; 5A-6A; 6B-7B; 7A-8A; 8B-9B; 9A-10A; 10B-11B; 11A-12A. Sisa kawat 1B dan 12B itulah keluarannya (AC), utk dihubungkan ke bridge rectifier (menjadi DC).
Merakit menjadi satu:
Masukkan bearing/laher ke as belakang rotor. Karena as lebih kecil dr lubang bearing/laher, ganjal as dg plat almunium tipis (setebal bearing) sekelilingnya. Gunakan mur utk menekan bearing ke as sampai mentok ke baut rotor. Setelah bearing terpasang di as belakang, masukkan kedlm rumah bgn belakang. Masukkan bearing kedua ke as depan, tapi jgn dulu diganjal. Coba masukkan dulu kedalam lubang stator (kumpulan koil), apakah bebas berputar atau menyentuh koil. Bila jaraknya jauh, buang satu mur (dari 4 mur), ganti dg beberapa ring sampai rotor bisa bebas berputar. Bila dg 4 baut msh menyentuh koil, tambahkan mur atau ring didepannya. Demikian seterusnya sampai magnit bisa bebas berputar. Usahakan jarak magnet dan koil antara 1-2 mm. Setelah tidak lagi tersentuh, bearing depan bisa dipasang seperti memasang bearing yg dibelakang. Gabungkan rumah generator, dg hardboard yg tersisa. Bisa dipaku atau menggunakan sekrup kayu. Untuk tutup bgn atas terserah anda.
Sambunglah 2 kawat 1B dan 12B ke bridge rectifier. Bila kurang panjang, sambung dg kawat yg tersisa atau kabel biasa. Generator ini diputar searah jarum jam atau sebaliknya tdk masalah, karena keluarannya tetap AC. Gunakan voltmeter utk mengukur voltasenya. Semakin cepat putaran semakin besar voltasenya. Harus diingat bahwa putaran harus konstan utk mendapatkan hasil yg maximal. Selamat mencoba.
  
.
Generator Listrik 2
Hubungan 1 Phasa (magnet dan coil berjumlah sama dan saling berhadapan):
Bahan-bahan:
8 bh magnet.
700 gr kawat email 0.3mm.
1 bh plat besi 1mm uk 10.5 x 10.5 cm, bentuk menjadi bulat, atau oktagon.
3 bh hardboard tebal 10mm (papan juga boleh) uk 14 x 14 cm.
1 bh baut batangan dia 6mm (pjgnya 1m, potong 20 cm), mur 10 bh, ring 4 buah.
2 Ball bearing (laher) mesin bor listrik, no 608ZZ.
1 lem super atau lem epoxy.
½ kg resin fiberglas, dan 1 ons katalis.
4 bh dioda 5A.
Lain2: selotip transparan, lakban, sedikit plat almunium tipis.

Membuat dudukan stator:
Ambil hardboard I (14 x 14 cm), bagi 4, tentukan titik tengahnya, buat lingkaran, lalu potong ½ lingkaran saja. Dari titik tengah, buat lingkaran dia. 13 cm, bagilah menjadi 8. Gabungkan hardboard II, tandai mengikuti lingkaran yg sudah terpotong, lalu bor titik tengahnya dg mata bor 4mm, pisahkan kembali. Bor kembali titik tengah masing2 hardboard dg bor kipas (atau terserah) 21mm sedalam 5mm (tebalnya ball bearing/laher). Bor lagi titik tengah kedua hardboard dg mata bor 8mm spy baut bisa tembus. Potong ½ lingkaran hardboard II mengikuti garis. Jadi hardboard I utk tempat koil, hardboard II utk belakangnya.
 
Menggulung koil:
Buatlah terlebih dahulu coil winder, dari kayu atau besi, uk 6 x 4.5 cm (lih gambar). Potong pipa pralon listrik ¼in dan pipa almunium bekas antena TV sepanjang 12mm. Lebihkan kawat email 10cm, belitkan keluar pd mur, mulailah menggulung sebanyak 400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Setelah selesai, lebihkan kawat 10cm, potong, belitkan pd mur beberapa gulung. Potong 2 bh kawat 10cm, ikatkan pd gulungan, agar kalau nanti dilepas dari dudukan tidak terurai. Buka mur2nya, lepaskan formernya, lepaskan gulungannya, arahkan ujung2 kawat koil kebagian lingkaran yg besar, lalu selotip dg ketat kedua sisi koilnya sebelum melepas ikatan kawat. Kawat bekas ikatan jangan dibuang, karena masih bisa dipakai kembali. Buatlah koil sebanyak 8 buah.
      
  
Menempatkan koil:
Letakkan tiap2 koil diatas hardboard I yg sudah dibagi 8 tadi diujungnya, tepat ditengah-tengah garis. Kawat keluarannya harus berada diatas. Gunakan selotip memotong lebar koil spy tidak berubah. Setelah yakin posisi tiap2 koil, campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 4 tetes katalis, aduk cepat rata, lalu segera tuangkan ditengah masing2 koil. Biarkan mengeras. Bila kurang, boleh tambah resinnya. Resin harus cepat2 dituang, karena cepat mengental, apalagi bila katalisnya kebanyakan. Bila resin telah keras, lingkarkan lakban sekeliling luar koil2, tutup lubang tengah dg selotip, campur ½ gelas resin + 6 tetes katalis, tuangkan.
 
Menggabungkan koil:
Amplas atau kerik lapisan email pd tiap2 ujung koil sepanjang 1cm. Kawat tengah adalah awal (A), kawat yg disamping luar adalah buntut (B). Beri nomor 1-8 searah jarum jam. Gabungkanlah (dililitkan lalu disolder, potong bila kepanjangan): 1A-2A, 2B-3B, 3A-4A, 4B-5B, 5A-6A, 6B-7B, 7A-8A.
Maka tersisa 1B dan 8B, itulah outputnya yg nantinya akan dihubungkan ke bridge rectifier (yaitu rangkaian 4 bh dioda).
Membuat Rotor:
Catatan: dudukan rotor boleh dari kayu atau besi (Buka besi coran), tapi yg terbaik adalah besi.
Setelah plat besi dibuat bulat/oktagon, amplas bersih, lalu bagilah menjadi 8 (45 derajat). Bor titik tengah dg mata bor 8mm. Tempatkan magnet ke 1 diujung tepat ditengah garis (sebelumnya beri lem super setetes di platnya) . Letakkan magnet ke 2 disebelahnya dg kutub yg berbeda. Caranya: dekatkan magnet ke 2 diatas magnet ke 1, bila saling menolak maka langsung letakkan; bila saling menarik maka balikkan magnetnya lalu letakkan. Untuk sisa magnet yg lain lakukan hal yg serupa, tapi sisakan satu, sehingga membentuk pola N-S-N-S. Magnet terakhir gunakan utk mengecek apakah posisi kutub tiap magnet berbeda. Bila sudah benar semua, letakkan magnet terakhir ini ditempatnya. Intinya adalah bahwa pada tiap satu garis lurus, terdapat 2 magnet yg kutubnya sama. Tidak usah memikirkan mana yg S dan mana yg N, tidak begitu penting. Kalau penasaran, dekatkan magnet ke kompas utk mengetahui kutub2nya.
Masukkan baut batangan yg sudah dipotong menjadi 20 cm, kencangkan dg mur. Tambahkan 2 mur lagi dibagian depan (atau sama tingginya dg tebal magnet), kencangkan. Kelilingi rotor dg lakban (spy resin tidak mengalir keluar), lalu letakkan ditempat yg datar. Setelah itu campurlah ½ gelas resin dg 4 tetes katalis, aduk cepat sampai rata, kemudian segera tuang keatas plat rotor hingga rata. Tujuan direndam dg resin adalah agar pd putaran kencang magnet tidak terlepas dari dudukannya. Diamkan hingga mengeras. Paling tidak ½ tebal magnet terendam.
 
Menggabungkan rotor dengan stator:
Lapis sekeliling baut rotor belakang setebal bearing dg plat almunium tipis, agar baut tidak longgar bila dimasukkan ke bearing. Gunakan mur untuk “memaksa” bearing masuk hingga mentok. Masukkan bearing II didepan tapi jangan dulu dilapis. Masukkan rotor ke rumah stator, gabung rumah stator bagian belakang, lalu coba lihat apakah rotor bebas berputar atau tidak. Bila tidak maka tambahkan baut, atau ring. Usahakan jarak rotor dg stator 1-2mm. Bila sudah dapat bebas berputar, baru lapisi sekeliling baut depan dg plat almunium. Gunakan hardboard yg tersisa sebagai dudukan bawah rumah stator, dipaku atau di sekrup. Untuk menutup bagian atas bisa dg plastik fiber atau plat seng.
   
Hubungkan 2 kawat keluaran stator ke bridge rectifier. Putarlah as dg tangan, boleh kekiri atau kekanan sama saja, karena keluarannya tetap AC (sebelum dihubungkan ke bridge), ukur dg DC voltmeter (karena sudah masuk bridge maka keluarannya menjadi DC). Semakin kencang diputar semakin tinggi voltasenya.
.
Hubungan 3 Phasa ( Rumus: M/2 x 3):
Caranya sama seperti membuat 1 phasa, hanya jumlah magnet dan koilnya berbeda. Kalau pada 1 phasa magnet dan koil semuanya saling berhadapan. Sedangkan pada 3 phasa ini ada sebagian koil yg berhadapan dg magnet, dan yg sebagian lagi berada diantara dua magnet. Kalau pada 1 phasa jumlah magnet dan koil sama, pada 3 phasa ini jumlah magnet lebih sedikit daripada jumlah koil. Perbandingan antara magnet dg koil adalah: M/2 x 3. Bila magnetnya 4, maka koil: 4/2 x 3= 6. Bila magnetnya 8, maka koil: 8/2 x 3= 12. Bila magnetnya 10, maka koil: 10/2 x 3= 15; dst.
Harus diingat bahwa jumlah magnet harus genap (karena harus ada 2 buah kutub), dan pada setiap garis lurus terdapat 2 magnet yg sama kutubnya.
Pada koil jumlahnya bisa genap atau ganjil tergantung dari banyaknya magnet. Sedangkan penggabungan koilnya adalah 2 bh koil jadi satu pada setiap masing2 garis lurus.
Pada 1 phasa bridge rectifier hanya 1 bh, pada 3 phasa tiap phasa punya masing2 bridge rectifier (3 bh).
Dibawah ini cara membuat generator 3 phasa.
Menggunakan 4 magnet 6 coil:
   
Perhatikan posisi koil. Ada 2 koil yg berhadapan dg magnet (koil 1 & 4 diatas magnet 1 & 3), 4 koil berada diantara magnet ( ½ bagian koil 2 & 3 diatas magnet 2, ½ bagian koil 5 & 6 diatas magnet 4).
Untuk menggabungkan koilnya adalah (searah jarum jam): 1B-4A, 2B-5A, 3B-6A. Maka akan tersisa: 1A, 2A, 3A, 4B, 5B, 6B. Gabungkanlah 1A-2A-3A, sisanya dihubungkan ke masing2 bridge rectifier. Ini adalah hubungan 3 phasa formasi Star. Pada formasi Star voltase lebih tinggi tapi amper kecil, sedangkan formasi Delta voltasenya lebih kecil tetapi amperenya besar. Formasi Delta: 1A-6B gabung ke bridge, 2A-4B gabung ke bridge, 3A-5B gabung ke bridge. Formasi Star dipakai bila kekuatan pemutar generator tidak begitu besar, sedangkan formasi Delta dipakai bila putarannya tinggi.
Susunan koil yang lain:
 
Ini adalah 9 koil. Karena 3 phasa, maka tiap phasa terdapat 3 koil yg terhubung seri: 1-4-7, 2-5-8, 3-6-9.
Koneksi Star : 1B-4A, 4B-7A, 2B-5A, 5B-8A, 3B-6A, 6B-9A; 1A-2A-3A gabung; 7B-8B-9B ke bridge.
Koneksi Delta: 1B-4A, 4B-7A, 2B-5A, 5B-8A, 3B-6A, 6B-9A; 1A-9B ke bridge; 2A-7B ke bridge; 3A-8B ke bridge.
ni adalah 12 koil. Karena 3 phasa maka tiap phasa terdapat 4 koil yg terhubung seri yaitu : 1-4-7-10, 2-5-8-11, 3-6-9-12.
Koneksi Star : 1B-4A, 4B-7A, 7B-10A, 2B-5A, 5B-8A, 8B-11A, 3B-6A, 6B-9A, 9B-12A; 1A-2A-3A gabung; 10B-11B-12B ke masing2 bridge.
Koneksi Delta: 1B-4A, 4B-7A, 7B-10A, 2B-5A, 5B-8A, 8B-11A, 3B-6A, 6B-9A, 9B-12A; 1A-12B ke bridge, 2A-10B ke bridge, 3A-11B ke bridge.
Demikian seterusnya.
.
Bentuk bridge rectifier
 
Toko penjual magnet permanen:
Mustang Teknik, Glodok Jaya Blok D1/14, telp. (021) 6598056, Jakbar.
Sebagai tambahan, lihat juga halaman Beberapa Cara Membuat Generator.
Magnet motor bekas bisa juga untuk membuat generator:
 

Contoh turbin:
my-crossflow-sendok1 my-crssflw12 my-crssflw-seng1 my-car-fan my-dop-pvc my-elect-fan-blade2 my-savonious1 mysavonious34 mysavonious44
Situs Wind:
Sudah menjadi kebutuhan utama pemanfaatan energi listrik itu ya digunakan untuk nonton tv, menyalakan radio, menghidupkan hp energi tersimpan dalam baterai bahkan untuk yang lainnya.Listrik yang dihasilkan dari PLN itu sangat besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Energi listrik yang tersimpan dalam aki atau baterai itu pemanfaatannya bisa kapan saja tapi kalau dihasilkan dari generator atau dinamo ngga bergerak itu ngga ada listriknya.Begitu juga pemanfaatan listrik dari sel surya yang hanya bisa digunakan saat adanya sinar matahari pagi hingga sore hari.

Coba buat baterai sendiri dari bahan yang ada disekitar kita memang energi listriknya yang dihasilkan sangat kecil.Terinspirasi buat baterai sederhana sudah saya cari artikel dari berbagai sumber membuat panel surya hingga buat baterai dari baterai bekas dengan mengganti isinya dengan bahan lain,saya coba batang karbon diganti dengan kabel tembaga yang dililitkan pada kayu atau plastik untuk ditancapkan agar mudah untuk mengaitkan dengan rangkaian lainnya bisa juga ternyata.
bangsaut.wordpress.com/2009/09/11/membuat-solar-panel-sederhana/
alkode.net/2009/12/09/baterai-kertas-berdaya-tinggi/
energinonfosil.wordpress.com/page/4/
edwinbroo.blogspot.com/
ap-bitung.kkp.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=28

A.Buat baterai dari air garam
Saya coba terangkan buat baterai dari bahan kertas buku tulis ambil yang tengahnya,gunting (bila perlu), juga kabel tembaga yang biasa yang ada disekitar kita (diameternya disesuaikan) bisa juga lempengan tembaga,air garam (elektrolit), lempengan seng atau alumunium kalau seng bisa diambil dari seng bekas/baru atap rumah yang biasa potong sedikitnya tiga(3) bagian menggunakan tang ukuran terserah saja bisa seukuran jari kelingking atau lebih kecil lagi setengahnya,Kalau alumunium dari wadah tempat meletakkan obat nyamuk bakar,tali dari karung beras secukupnya untuk mengikat dari tiap pasangan lempengan tembaga-seng positif-negatif atau katoda-anoda (bila perlu) dan sediakan paku serta palu untuk melubangi tepi pada seng untuk mengkaitkan kabel tembaga karena saya menggunakan seng.Sediakan juga 1 buah lampu LED saya ambil dari lampu sepeda mini yang ngga dipakai cabut lampu LED dengan lilin atau lampu minyak tanah apinya di tempelkan pada timahnya papan pcbnya ngga terbakar kok kalau sudah mulai meleleh bisa diambil lebih baik gunakan yang warna merah kalau menyala siang bisa kelihatan.Lampu LED kan bisa juga didapat dari korek api

Berikut langkahnya
1.Sediakan kertas




2.Potong kertas ukuran lebar 2 garis kertas buat tulis (bebas menurut anda)

rangkaian listrik


3.Kertas yang sudah terpotong potong lagi tiga(3) bagian bisa juga jadi dua(2) agar gulungannya nanti agak tebal

rangkaian listrik


4.Gulung satu potongan kertasnya pada seng ujung seng yang di lubangi jangan di tutup beri jarak kemudian gulungkan kabel tembaganya sekitar 3 gulungan sedikitnya lebih banyak lebih kuat dan ikat dengan tali karung beras atau ikat saja dengan kabel itu sendiri.sebenarnya menempel saja ngga masalah bagaimana caranya tidak lepas begitu saja lo
rangkaian listrik


5.Celupkan kedalam air garam setengah sendok yang tambahkan sedikit air secara merata atau bisa juga dioleskan jangan mengenai ujung seng yang dilubangi beri jarak.
6.Sambungkan pasangan tiga(3) rangkaian kabel tembaga ke ujung seng yang telah dilubangi dan putar-putar agar tidak lepas secara rangkaian seri bukan dirangkai secara paralel ngga perlu panjang nanti susah bawanya.

rangkaian listrik


7.Sambungkan dengan 1 buah lampu LED.Untuk menyalakan 1 buah lampu LED setidaknya 3 rangkaian paling tidak bila 2 atau 1 rangkaian berarti cukup besar elektrolitnya.Tengangan listrik yang dihasilkan satu rangkaian tidak pasti.Hasil besarnya suatu tegangan bukan dari banyaknya isi cairan elektrolit tapi konsentrasinya terhadap tiap bahan cairan elektrolit melainkan dari pasangan lempengan positif-negatif memang semakin besarnya bahan elektrolit makin awet daya listriknya.

rangkaian listrik




Saya coba 8 rangkaian dengan 2 buah lampu LED sekitar 65 jam lampu masih tetap menyala tanpa menambahkan elektrolit kemudian saya tambahkan cairan sampo lifebuoy dengan dioleskan semakin terang namun, membuat satu lampu LED tidak menyala.setelah saya periksa konektor kaki sebuah lampu LED yang terbungkus tali menjadi hitam seperti terbakar.Itulah bila menggunakan cairan garam yang dapat membuat korosi pada kaki konektor lampu LED sehingga mudah patah.Kalau tegangannya kurang tinggal dioleskan saja elektrolitnya tiap rangkaian nyala lampu akan terang lagi menempatkannya boleh digantung atau diletakkan di lantai.Kertas itu fungsinya yaitu untuk memisahkan lempengan seng dan tembaga agar tidak bersentuhan bisa juga diganti dengan kain.
Saya coba elektrolitnya dengan sampo LIFEBUOY pada saat melihat ada sampo yang belum digunakan hasilnya dua rangkaian bisa menyalakan satu buah lampu LED, tiga rangkaian bisa menyalakan 6 buah lampu LED.Tapi rangkaian ini digunakan untuk menyalakan sebuah lampu bohlam kecil beberapa watt saja ngga menyala namun bila menggunakan baterai size aa dapat menyala.

B.buat baterai dari buah
Baterai dari bauh ini lebih mudah pembuatannya cukup sediakan lempengan seng, kabel tembaga serta lampu LED; lebih baik gunakan buah yang banyak airnya.saya coba buah jambu biji yang sudah masak,buah rambutan dan tomat masing-masing dalam tiga rangkaian 1 lampu LED hidup hanya saja dari rangkaian 3 buah rambutan sedikit menyala kadang mati.Kalau jambu bisa dipotong beberapa bagian minimal 3 bagian tancapkan saja lempengan seng sebagian yang ditanam dan kabel tembaganya tanam pada tiap bagian.

rangkaian listrik


rangkaian listrik


C.Memanfaatkan baterai bekas untuk digunakan lagi.
Dari pemanfaatan baterai bekas saya sudah coba dari bahan daun labu,singkong dan kulit pisang keripik (pisang kepok istilah disini).Saya hanya punya satu baterai bekas ABC size aa yang masih bagus lapisan sengnya.Ambil isinya kosongkan saja batangan karbonnya jangan dibuang serta tutupnya.Saya coba menyalakan 1 buah lampu LED saya beli baterai baru ABC keadaan satu baterai baru saya amati nyalanya seperti ini.

1.Tumbuk/haluskan daun labu dan masukkan ke dalam baterai bekas padatkan pasang kembali batangan karbonnya coba dengan baterai ABC baru digabungkan lampu LEDnya makin terang.Kalau hanya satu baterai bekas berisi daun labu 1 masih belum cukup menyalakan 1 buah lampu LED.Begitu juga dengan satu baterai bekas berisi singkong sama seperti ini.

rangkaian listrik


2.Kulit pisang keripik
Yang ini lain lagi caranya setelah di gunting kecil-kecil dimasukkan ke dalam baterai bekas dan saya coba ada wadah plastik kecil seukuran hampir sama dengan baterai isinya juga kulit pisang keripik ini dengan lempengan seng ditancapkan setengah serta kabel dicelupkan kedalam cairan pisang.Dua hari cairan pisang makin banyak berada diatas setelah dua hari satu baterai bekas dan satu baterai wadah plastik baru dapat menyalakan sebuah lampu LED.

Inilah sederet cara membuat baterai sederhana yang sudah saya lakukan sendiri, bila anda ingin membuat baterai sendiri mungkin bisa menemukan hal yang lebih baik dan lebih kreatif.Dan saya juga mencari bahan elektrolit apa saja yang bisa menghasilkan tegangan (volt) yang tingi seperti baterai size aa ABC bisa sampai 1.5 volt tapi belum bisa mencapai seperti itu.Bahan katoda-anoda selain tembaga,seng,alumunium,batang karbon,mangan dioksida apa saja ya setiap elemen baterai yang digunakan coba cari tau mana yang lebih bagus tingkat efisiensinya.Saya coba ukur tegangan air garam dengan menggunakan multister analog antara elektroda tembaga-seng atau karbon-seng perbedaannya sekitar 0,2 volt lebih baik menggunakan karbon/arang sekitar 1,1 volt, kuat arus/ampere juga ngga pasti.Kalau menggunakan elektrolit air kelapa kuat arusnya lebih tinggi dari air garam menunjukkan sekitar 13 mA/miliAmpere.Kalau ingin buat baterai gunakanlah tempat wadah yang tertutup rapat ngga ada lubang.Gas yang yang ada didalam wadah itu itu menambah kuat arus,Sebelumnya dicharge dulu.Menggunakan air biasa juga bisa ngga perlu dicampur bisa diambil dari air sumur tiga elektroda pasangan bisa juga menghidupkan sebuah lampu LED tapi sangat kecil nyalanya.