Gudang Ilmu Fandi
-

kursor

Rabu, 05 Juni 2013

Sampah Menjadi Biogas

Konsep merubah limbah organik menjadi biogas termasuk dalam 3R (Reuse,Reduce,Recycle)


3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R ataureuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycleReuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.


Melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle) Setiap Hari. Mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita. (http://alamendah.org/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/)

- BIOGAS

Biogas didefinisikan sebagai gas yang dilepaskan jika bahan-bahan organik (seperti kotoran hewan, kotoran manusia, jerami, sekam, dan daun-daun hasil sortiran sayur) difermentasi atau mengalami proses metanisasi. Biogas terdiri dari campuran metana (50--75%), CO 2 (25--45%), serta sejumlah kecil H 2, N 2, dan H 2S.Perhatikan tabel di bawah ini :



KOMPONEN
KONSENTRASI
Metana
50% - 75% vol
Karbondioksida
25% - 45% vol.
Air
2% - 7% vol.
Hidrogen Sulfida
20 – 20.000 ppm
Nitrogen
< 2%  vol.
Oksigen
< 2%  vol.
Hidrogen
< 1%  vol.


 Dalam aplikasinya, biogas digunakan sebagai gas alternatif untuk memanaskan dan menghasilkan energi listrik. Kemampuan biogas sebagai sumber energi sangat tergantung dari jumlah gas metana. Setiap 1 m metana setara dengan 10 kwh. Nilai ini setara dengan 0,6 fuel oil. Sebagai pembangkit tenaga listrik, energi yang dihasilkan oleh biogas setara dengan 60—100 watt lampu selama enam jam penerangan.
proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya, semua jenis bahan organik yang diproses untuk menghasilkan biogas, tetapi hanya bahan organik yang padat dan cair homogen, seperti kotoran urin hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Diperkirakan ada tiga jenis bahan baku yang prospektif untuk dikembangkan sebagai bahan baku biogas di Indonesia, antara lain kotoran hewan dan manusia, sampah organik, dan limbah cair. Kotoran Hewan dan Kotoran Manusia
Berdasarkan hasil estimasi, seekor sapi dalam satu hari dapat menghasilkan kotoran sebanyak 10—30 kg. Seekor ayam meghasilkan 25 g/hari, dan seekor babi dewasa dengan berat 4,5--5,3 kg/hari. Berdasarkan hasil riset yang pernah ada diketahui bahwa setiap 1 kg kotoran ternak sapi berpotensi menghasilkan 360 liter biogas dan 20 kg kotoran babi dewasa bisa menghasilakan 1,379 liter biogas. Sampah Padat Organik
Secara garis besar sampah dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu anorganik, organik, dan khusus. Sampah organik berasal dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, kegiatan rumah tangga, industri atau kegiatan lainnya ( sampah dapur, sisa sayuran, kulit buah, buah busuk, kertas, daun-daunan, jerami, dan sekam). Sampah organik ini dengan mudah dapat diuraikan dalam proses alami.
2. Berdasarkan hasil penelitian, pembuatan biogas dari sampah organik menghasilkan biogas dengan komposisi metana 51,33--58,58% dan gas CO.
41,82--48,67%. Percampuran sampah organik tersebut dengan kotoran hewan dapat meningkatkan komposisi metana dalam biogas. Limbah Organik Cair
Limbah cair merupakan sisa pembuangan yang dihasilkan dari suatu proses yang sudah tidak dipergunakan lagi. Kegiatan-kegitan yang berpotensi sebagai penghasil limbah cair antara lain kegiatan industri, rumah tangga, peternakan, dan pertanian. Saat ini, kegiatan rumah tangga mendominasi jumlah limbah cair dengan persentase sekitar 40% dan diikuti oleh limbah industri 30% dan sisanya limbah rumah sakit, pertanian, peternakan, atau limbah lainnya.
Komponen utama limbah cair adalah air (90%), sisanya yaitu bahan padat yang bergantung pada asal buangan tersebut. Tidak semua limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil biogas. Limbah tersebut antara lain urin hewan ternak, limbah cair rumah tangga, dan limbah cair industri seperti industri tahu, tempe, tapioka, brem, dan rumah potong hewan. Pengolahan limbah cair untuk biogas dilakukan dengan mengumpulkan limbah cair dalam digester anaerob yang diisi dengan media penyangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya bakteri anaerob.

Pembuatan Biogas Rumah Tangga atau Perternakan
a.       Buat campuran sampah organik dan air dengan perbandingan 1 : 1 (bahan biogas)
b.      Masukkan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian sebanyak 2000 liter, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas di dalam reaktor.
c.       Setelah kurang lebih 10 hari reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat dioperasikan.
d.      Sekali-sekali reaktor biogas digoyangkan supaya terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas, lakukan juga pada setiap pengisian reaktor.
e.       Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak + 40 liter setiap pagi dan sore hari. Sisa pengolahan bahan biogas berupa sludge (lumpur) secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.


        Pembuatan Biogas Skala Industri

1.Sampah organik dimasukkan dalam jejeran lubang yang disemen. Misalnya berukuran lebar 10 x 10 m, tinggi 25 m. Diberi pipa gas dan pipa air.

2.Tiap 5 m tumpukan sampah, tutup sedikit tanah agar tidak mengeluarkan bau, pencemar lingkungan bagi masyarakat sekitar, dan mencegah udara luar masuk.

3.Bila sudah penuh dipadatkan, tutup tanah, beri air yang banyak.

4.Karena tanpa udara luar, bakteri pembusuk akan merubah air H2O dengan Karbon (C ) diambil dari sampah organik menjadi gas metan (CH4) atau proses pyrolisa, sebagai bahan bakar gas untuk rumah tangga dan industri.

Yang terpenting dari tempat pemubuatan biogas adalah sifatnya yang kedap udara!!

            Boleh dicampur kotoran ternak atau manusia. Cuma masalahnya, kalau kotoran manusia yang diambil dari sumur resapan, diteliti dulu agar tidak mengandung deterjen, sabun dan bahan kimia. Karena dapat membunuh bakteri pembusuk.

             Sebuah Pabrik atau Industri Kertas di London hanya menggunakan bahan bakar dari sampah kotanya untuk penggerak PLTU pada Ketel Uapnya. Kelebihan gas, disalurkan pada penduduk sekitarnya. Konon katanya, dua tahun modal sudah kembali.

Ya, sekian dulu dari saya semoga dapat bermanfaat bagi anda semua!!

Pemanfaatan Gheothermal

Tentang Panas Bumi

Energi Geo (Bumi) thermal (panas) berarti memanfaatkan panas dari dalam bumi. Inti planet kita sangat panas- estimasi saat ini adalah,500°C (9,932° F)- jadi tidak mengherankan jika tiga meter teratas permukaan bumi tetap konstan mendekati 10°C-16°C (50°F-60°F) setiap tahun. Berkat berbagai macam proses geologi, pada beberapa tempat temperatur yang lebih tinggi dapat ditemukan di beberapa tempat.
Menempatkan panas untuk bekerja
Dimana sumber air panas geothermal dekat permukaan, air panas itu dapat langsung dipipakan ke tempat yang membutuhkan panas. Ini adalah salah satu cara geothermal digunakan untuk air panas, menghangatkan rumah, untuk menghangatkan rumah kaca dan bahkan mencairkan salju di jalan.
Bahkan di tempat dimana penyimpanan panas bumi tidak mudah diakses, pompa pemanas tanah dapat membahwa kehangatan ke permukaan dan kedalam gedung. Cara ini bekerja dimana saja karena temparatur di bawah tanah tetap konstan selama tahunan. Sistem yang sama dapat digunakan untuk menghangatkan gedung di musim dingin dan mendinginkan gedung di musim panas.
Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas. Beberapa pembangkit listrik ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara langsung menggerakan turbin. Yang lainnya memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan “kilatan panas” yang digunakan untuk menjalankan generator turbin. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air panas dari tanah untuk memanaskan cairan lain, seperti isobutene, yang dipanaskan pada temperatur rendah yang lebih rendah dari air. Ketika cairan ini menguap dan mengembang, maka cairan ini akan menggerakan turbin generator.
Keuntungan Tenaga Panas Bumi
Pembangkit listrik tenaga Panas Bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik tenaga geothermal menghasilkan listrik sekitar 90%, dibandingkan 65-75 persen pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Sayangnya, bahkan di banyak negara dengan cadangan panas bumi melimpah, sumber energi terbarukan yang telah terbukti ini tidak dimanfaatkan secara besar-besaran.
sumber: greenpiece indonesia
Isu Pemanasan Global
Pemanasan global dan polusi dan pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan bahwa ada ancaman di seluruh dunia. Selimut ini polusi dunia, perangkap panas dan membuat efek rumah kaca yang mempengaruhi atmosfir bumi. Semua ini berdampak pada persediaan air bersih, kesehatan masyarakat, pertanian, pantai, hutan, dan banyak lagi.
Energi bersih, terbaharukan dan ramah lingkungan
Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Pemanfaatan panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca, sehingga perlu didorong dan dipacu perwujudannya; pemanfaatan panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi
Potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40% potensi panas bumi dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 propinsi dengan total potensi energi 27.140 MW atau setara 219 Milyar ekuivalen Barrel minyak. Kapasitas terpasang saat ini 1.194 atau 4% dari seluruh potensi yang ada.
sumber: PERTAMINA GeoThermal Energy
Kalau kita membaca judul di atas, terbayang betapa berat beban yang harus ditanggung pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan panas bumi. Dari sekian banyak stakeholders pengembangan panas bumi, paling tidak ada 3 pihak utama, yaitu pengembang panas bumi, PLN sebagai pembeli dan pemerintah sebagai regulator.
Mengapa sampai ada pertanyaan di atas? Ini dikarenakan banyak pihak yang berpendapat, yang mengisyaratkan ketidakyakinan, apakah pengembangan panas bumi merupakan langkah yang strategis, tepat, dan ekonomis buat Negara ataukah malah sebaliknya, akan memberikan beban kepada Negara ini. Meskipun pada sisi yang lain, banyak pihak juga yang optimis bahwa panas bumi akan memberikan solusi terhadap kekurangan pasokan listrik nasional. Pertanyaan yang sering diutarakan adalah pada harga beli listrik berapa yang harus ditanggung oleh PLN.
Panas Bumi
Seperti diketahui dari data Pemerintah, bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 40% cadangan dunia, yaitu mencapai 27.000 MW. Jumlah yang sangat besar apabila dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penyediaan listrik nasional. Sampai sejauh ini, pemanfaatannya hanya sebesar 1.196 MW (4.4%) saja yang berasal dari 7 pembangkit listrik yaitu di Jawa, Sulawesi dan Sumatera Utara. Mengapa baru sebesar itu? Dalam kebijakan energy-mix ditargetkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia harus sudah dapat memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi minimum 5% (atau lebih dari 1.350 MW) terhadap konsumsi energi nasional. Berdasarkan milestone-nya, sesuai yang termuat dalam Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2006-2025, diperlukan penambahan lebih dari 5.000 MW Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) sebelum tahun 2015. Hal ini kemudian tertuang dalam Rencana Proyek Kelistrikan 10.000 MW Tahap Kedua antara tahun 2010-2015.
Panas Bumi di Indonesia
Dari beberapa artikel yang Penulis baca, kebutuhan listrik nasional akan meningkat antara 6-10% per tahun. Dari data PLN Jawa Bali, beban puncak dari Januari sampai dengan April 2010 berkisar antara 14.000-17.000 MW (80% dari beban nasional). Apabila dihitung rata-rata sebesar 16.000 MW, maka kebutuhan listrik nasional saat ini menjadi sekitar 20.000 MW. Rata-rata margin cadangan listrik nasional saat ini adalah 20% sedangkan persentase margin yang ideal diasumsikan sebesar 35%. Dengan mempertimbangkan kehilangan listrik secara nasional rata-rata sebesar 10% (tahun 2009), maka jumlah listrik yang harus tersedia pada kuartal pertama 2010 menjadi sekitar 29.000 MW. Tingkat elektrifikasi nasional sampai dengan Oktober 2009 baru sebesar 64% (masih di bawah 50% untuk Indonesia bagian timur, sedang Jakarta hampir 100%). Target PLN adalah 80% pada tahun 2014, terutama akan tercapai dengan masuknya pengusahaan listrik oleh swasta. Bagaimana kebutuhan listrik nasional sebesar itu dapat terpenuhi? Direktur Utama PT PLN (Persero) sebelum Dahlan Iskan, Fahmi Mochtar pernah mengatakan bahwa ada 4 tantangan utama yang menjadi penghambat percepatan penyediaan energi listrik nasional yaitu keseimbangan antara supply dan demand, tarif dan subsidi, optimalisasi “fuel mix” serta keamanan penyediaan energi primer. Dari situs Berita Indonesia, April 2009, kapasitas pembangkitan pada tahun 2009 adalah sebesar 29.705 MW (Jawa-Bali 22.302 MW dan di luar Jawa-Bali sebesar 7.403 MW). Dari data ini dapat dilihat bahwa margin cadangan listrik yang kita punyai relatif kecil. Inilah salah satu penyebab mengapa masih sering terjadi shortage listrik di Jawa-Bali.
Kamojang
Sejauh mana cadangan energi nasional mampu menjawab tantangan kebutuhan listrik di atas? Menurut dokumen Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, Siaran Pers Nomor 24/HUMAS DESDM/2008 pada bulan April 2008 tentang Membangun Ketahanan Energi Nasional, disebutkan bahwa pada April 2008, cadangan dan produksi energi Indonesia terdiri dari Minyak Bumi dengan sumber daya 56,6 miliar barel, cadangan 8,4 miliar barel, produksi 348 juta barel dan rasio cadangan/produksi 24 tahun. Gas bumi dengan sumber daya 334,5 TSCF, cadangan 165 TSCF, produksi 2,79 TSCF dan rasio cadangan/produksi 59 tahun. Batubara dengan sumber daya 90,5 miliar ton, cadangan 18,7 miliar ton dan produksi 201 juta ton, sedangkan rasio cadangan/produksi 93 tahun. Coal Bed Methane (CBM) dengan sumber daya 453 TSCF. Tenaga air 75,67 GW, panas bumi 27 GW, mikro hydro 0,45 GW, biomass 49,81 GW, tenaga surya 4,8 kWh/m2/day, tenaga angin 9,29 GW dan uranium 3 GW untuk 11 tahun (hanya di Kalan, Kalimantan Barat). Dari cadangan yang tersisa, bahan bakar fosil akan habis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan mengandalkan sumber energi dari fosil maka akan ada ketergantungan yang tinggi terhadap harga pasar dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendapatan/devisa dari ekspor bahan bahan bakar fosil tersebut karena pemanfaatan di dalam negeri. Panas bumi mempunyai keunikan secara alami yang tidak dipunyai oleh sebagian besar jenis energi yang lain, diantaranya adalah bahwa hasil dari panas bumi tidak dapat di-ekspor, hanya dapat dimanfaatkan di lokasi asal panas bumi tersebut dihasilkan, ramah lingkungan untuk mendukung usaha pemerintah merespon isu global warming, merupakan energi terbarukan, pengusahaannya tidak memerlukan lahan yang luas, tingkat keandalan pembangkit yang tinggi sehingga menjadi dapat alternative base-load dari PLN, bebas dari risiko kenaikan harga bahan bakar fosil, tidak tergantung dari cuaca, dan pada akhirnya dapat menggantikan sebagian dari bahan bakar fosil yang makin habis.
Pengusahaan panas bumi mempunyai keunikan dibandingkan dengan energi yang lain. Produksi dari pengusahaan hulu adalah uap panas yang sebagian besar akan dipakai untuk menggerakkan sudu-sudu pembangkit listrik. Kapasitas dan jenis pembangkit listrik dirancang dengan mempertimbangkan parameter-parameter tertentu; terutama karakteristik uap, cadangan yang tersedia di reservoir, kemampuan produksi uap per sumur, dan kondisi lokasi untuk tempat pembangkit. Hal-hal tersebut akan menentukan besarnya investasi yang akan ditanamkan. Skema pengusahaan dari hulu (produksi uap) ke hilir (produksi listrik) ini dikenal dengan skema total project. Pengusahaan dapat juga mengusahakan produksi uapnya saja, kemudian dijual ke pihak lain seperti yang terjadi di wilayah Gunung Salak, Drajat dan Lahendong. Pada saat ini investor secara umum lebih tertarik dengan skema pengembangan total project. Hal ini dapat dipahami karena dengan skema total project, pengembang dapat menjamin kepastian tidak adanya keterlambatan pemanfaatan produksi uap menjadi listrik. Namun demikian, baik skema parsial maupun total project, pengembang haruslah mendapatkan kepastian bahwa produksi uap dan listriknya dibeli dengan harga yang wajar oleh pembeli, dalam hal ini PLN. Karena PLN adalah pembeli tunggal listrik hasil pengusahaan tersebut, maka wajar apabila sebelum pengembang memutuskan suatu investasi, mulai dari mengikuti lelang wilayah panas bumi, eksplorasi dan eksploitasi, sudah harus diketahui berapa harga listrik yang akan diterima kalau berhasil memproduksi uap dan listrik. Hal ini berbeda dengan pengusahaan batubara dan migas, yang hasil produksinya dapat dijual bebas ke pasar dengan harga pasar. Karena itu dengan adanya beberapa lelang WKP yang melelangkan harga jual listrik sebagai penentu, dapat dikatakan sebagai langkah terobosan Pemerintah untuk mempercepat proses pembangunan pembangkit listrik panas bumi. Penentuan harga beli listrik ini sempat lama ditunggu oleh para pengembang, dan setelah melalui beberapa perubahan peraturan, akhirnya Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 32/2009 pada tanggal 4 Desember 2009, yang menetapkan harga patokan tertinggi pembelian tenaga listrik oleh PLN dari pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 9,70 sen US$/Kwh. Harga ini sama dengan harga beli listrik yang diusulkan oleh API (Asosiasi Panas Bumi Indonesia), namun lebih tinggi dari usulan PLN yaitu sebesar 7,6 sen US$/Kwh. Usulan API dibarengi dengan rekomendasi bahwa project IRR yang menarik untuk pengembang adalah 16%, lebih tinggi dibandingkan dengan usulan PLN sebesar 12%. JICA/BKF-DEPKEU melakukan kajian harga beli listrik panas bumi dan hasilnya adalah sebesar 11,9 sen US$/Kwh. Perbandingan yang lebih lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Apakah besaran maksimum harga beli di atas memberikan dampak positif sehingga membuat para pengembang tertarik dan segera menanamkan investasi? Dari beberapa kesempatan dan berdasarkan uraian di beberapa media, nampaknya pengembang dapat menerima ceiling price yang dikeluarkan, namun masih menyisakan kebimbangan; diantaranya adalah apakah PLN akan membeli listrik dengan hasil lelang WKP? Bagaimana dengan key terms and conditions dari Electricity Sales Contract-nya (ESC)? PLN dalam banyak kesempatan masih meyakini bahwa harga beli listrik panas bumi seharusnya sama atau lebih rendah dari batubara. Masih menurut studi JICA (West JEC), harga beli listrik batubara berfluktuasi tergantung dari harga pasar batubara. Pada harga pasar tertentu, harga beli listrik dari batubara memang masih lebih rendah dari harga beli listrik panas bumi. Dengan memakai harga listrik panas bumi hasil studi JICA, sepanjang harga pasar batubara tidak lebih dari US$ 135 per ton, maka harga beli listrik batubara masih lebih rendah dari harga beli listrik panas bumi. Hal ini tentu menyisakan pertanyaan apakah harga batubara dapat bertahan di bawah harga tersebut dalam 30 tahun ke depan seiring dengan makin menipisnya cadangannya? Bagaimana dampaknya terhadap ketahanan dan swasembada energi nasional?
Tabel 1: Harga Pembelian PLTP dengan Kapasitas 110 MW (Base Price, sen US$/Kwh)
Tabel 2: Harga Listrik Pembangkit Batubara (PLTU) Hasil Studi JICA (West JEC)
Dengan memperhitungan keunikan panas bumi, JICA (West JEC) menyatakan bahwa totalbiaya pembangkit listrik PLTU (batubara) adalah sen 17,7 sen US$/kwh, lebih mahal sebesar 5,8 sen US$ per kwh dibandingkan dengan panas bumi. Perbedaan ini disebabkan oleh selisih efisiensi pembangkit, kesempatan mendapatkan devisa dari ekspor batubara, selisih pendapatan pajak serta biaya lingkungan yang harus dibebankan untuk pengusahaan batubara.
Apakah harga beli listrik panas bumi sebesar di atas tidak memberikan beban subsisi yang semakin besar ke Negara? Memang, banyak pihak yang mengatakan bahwa sejalan dengan pengembangan panas bumi sebagai sumber tenaga listrik, maka biaya subsidi yang akan ditanggung Negara akan meningkat. Hal ini tidak tepat. Seperti diketahui bahwa BPP (Biaya Pokok Penyediaan) PLN tahun 2009 adalah sebesar US$ 10 sen sedangkan harga tertinggi listrik panas bumi yang ditetapkan adalah US$ 9,7 sen. Sehingga harga beli listrik pada lokasi yang sama (electricity grid) panas bumi secara nasional masih lebih rendah dari BPP. Dengan berjalannya waktu dan dengan terambilnya porsi listrik dari tenaga diesel yang tergantikan oleh sumber panas bumi misalnya, maka BPP tentu akan turun sehingga harga beli listrik panas bumi tidak lagi lebih rendah dari BPP.
Dari semua uraian di atas, Penulis berpendapat bahwa pengusahaan tenaga listrik dari panas bumi merupakan salah satu solusi yang tepat; terutama untuk menambah tingkat elektrifikasi nasional, meningkatkan ketahanan Negara dan swasembada di bidang listrik karena pemanfaatan sumberdaya lokal yang secara karakteristik harus dimanfaatkan di tempat (non-exportable), mendukung penuh upaya Negara dalam menurunkan efek global warming, dan di atas semua itu, pemanfaatan sumberdaya panas bumi, secara integral, tidak memberikan beban subsidi yang lebih besar kepada Negara. Salah satu kunci sukses percepatan pengembangan sumberdaya panas bumi adalah response yang cepat dari PLN dalam pencapaian kesepakatan dengan para pengembang PLTP, baik dari sisi harga beli listrik maupun dalam kesepakatan ketentuan-ketentuan dan kondisi-kondisi yang penting dalam kontrak pembelian listrik. Dan pada akhirnya, kelengkapan dan ketersediaan peraturan-peraturan pendukung secara cepat dan akurat tentu sangat diperlukan oleh PLN dan para pengembang untuk bersama-sama memajukan bangsa dan Negara ini.
Semoga…

Cara Membuat Generator Listrik Tanpa Bahan Bakar 100 % Energi Gratis


Disini saya akan terangkan sebuah konsep yang di mana anda bisa membuat sendiri generator listrik tanpan mengunakan bahan bakar dimana daya listrik yang dikeluarkan bisa mencapai antara 2000 Watt –...
Disini saya akan terangkan sebuah konsep yang di mana anda bisa membuat sendiri generator listrik tanpan mengunakan bahan bakar dimana daya listrik yang dikeluarkan bisa mencapai antara 2000 Watt – 20.000 Watt dengan mengunakan dinamo st 15 sebagai penghasil daya listrik dirumah anda atau di usaha anda.

Bahan – bahan yang anda butuhkan

  1. Dinamo Mesin parut 200 Watt Rp. 250.000
  2. Roda GIla Berdiameter 50 Centimeter dengan berat 5 – 10 KG bisa disesuaikan kebutuhan anda
  3. Gear Box Rasio 1:5 atawa Rasio 1 :  8 atau bisa mengunakan katrol berdiameter 50 centimeter (dipasang pada Poros As Roda GIla 2 unit ) dan 20 centimenter ( di pasang pada dinamo mesin parut dan dinamo pembangkit listrik )
  4. Dinamo ST 3 (murni 1000 watt) Atau ST 15 (7000 watt)
  5. Kapasitor untuk di pasang di dinamo mesin parut
  6. MCB Saklar Dan Jika anda mau bisa mengunakan relay sehingga berjalan otomatis
Rangkai dinamo tersebut saling berhubungan dengan poros roda gila dan hubungkan aliran listrik yang keluar dari Dinamo ST anda ke aliran listrik dinamo mesin parut dimana fungsi ini untuk memberikan aliran listrik yang dibutuhkan oleh dinamo parut dalam memutar roda gila sehingga momentum putaran dari roda gila bisa digunakan untuk memutar Dinamo ST 3 sebagai pembangkit listrik anda.
Hasil Listrik yang dikeluarkan oleh dinamo ST akan digunakan oleh Dinamo Mesin parut sebagai daya listrik dalam memutar poros roda as , untuk menyalakannya anda hanya tinggal memutar roda gila dengan memasang dinamo tambahan yang mampu memutar roda gila setelah dinamo ST mampu menghasilkan putaran rpm yang cukup dalam menghasilkan listrik anda bisa mematikan dinamo tambahan tersebut (cara kerja sama dengan dinamo starter pada kendaraan bermotor).

Cara Kerja Busi Motor

Busi mempunyai arti penting pada mesin bensin seperti pada sepeda motor. Busi sebagai sumber api untuk terjadinya pembakaran. Pada dasarnya ada tiga komponen yang menyebabkan terjadinya pembakaran, yakni bahan bakar, oksigen atau udara, dan panas atau api


Yang membedakan dengan mesin diesel adalah pada mesin diesel pembakaran terjadi karena kompresi sehingga terbakarnya bahan bakar akibat campuran udara dengan bahan bakar yang dikompresi mengakibatkan suhu meningkat dan terjadi ledakan. Sementara pada mesin bensin, yakni ketika langkah kompresi, busi bertindak sebagai sumber api dan membakar campuran udara bahan bakar tersebut sehingga menimbulkan ledakan.

Sering kali sepeda motor tiba-tiba ngambek karena businya bermasalah. Di samping itu, usahakan selalu menggunakan busi/sport plug yang asli karena di pasaran sangat banyak beredar merek-merek palsu. Dari jenisnya, busi yang beredar dipasaran dibedakan menjadi dua, yakni busi dingin dan busi panas.

Busi dingin adalah busi yang digunakan untuk kendaraan jarak jauh, sedangkan untuk kendaraan yang beroperasi di dalam kota dipilih busi panas. Merek busi yang beredar di pasaran banyak jumlahnya dan tidak mesti suatu merek tertentu unggul dari merek yang lain.

Satu merek busi pun tidak lantas bisa digunakan untuk semua sepeda motor. Busi memiliki seri-seri tersendiri, bisa saja suatu seri dari merek X lebih unggul, sedangkan untuk seri tertentu merek Y lebih bandel dan tangguh. Penggunaan busi harus disesuaikan dengan spesifikasi sepeda motor yang bersangkutan. Dari uji coba yang dilakukan, penggunaan busi yang tidak sesuai spesifikasi akan berdampak buruk.

Beberapa kemungkinan yang terjadi, antara lain pertama, piston cepat rusak karena kepala busi hangus; kedua, daya yang dihasilkan sepeda motor berkurang. Percikan api yang dihasilkan oleh busi sangat berpengaruh pada proses pembakaran yang terjadi di ruang bakar mesin bensin. Semakin sempurna pembakaran yang terjadi, semakin balk daya mesin yang dikeluarkan dan gas buangnya juga lebih ramah lingkungan.

Hasilnya, selain umur busi lebih lama, kemampuan mesin pun meningkat. Busi modern dibuat agar lebih tahan terhadap perubahan jarak (gap) elektrodenya. Ujung elektrode busi semakin lama akan semakin aus akibat
percikan api dan panas saat proses pembakaran di mesin. Semakin renggang jarak elektrodenya, lompatan api di busi akan semakin menurun dan akan menurunkan kualitas pembakaran.

Untuk memperbaiki kualitas pembakaran, ada sistem baru yang dikembangkan dan saat ini sudah diterapkan, yakni penggunaan dua buah busi pada ruang bakar, seperti pada sepeda motor Bajaj Pulsar DTSi. Penggunaan busi Anda tersebut akan menyempurnakan pembakaran karena sumber api lebih besar dan lebih banyak sehingga perjalanan untuk membakar campuran udara bahan bakar di ruang bakar lebih pendek dan terbakar lebih sempurna.

Untuk memilih busi yang sesuai, yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi dan bentuk elektrodenya. Merek, pengalaman dari pengguna merek tersebut, dan harga juga bisa dijadikan pertimbangan. Bentuk dan elektrode busi ada dua macam, yaitu elektrode huruf V dan U. Keduanya jelas berbeda, yang terlihat pada arah dan jumlah inti percikan api.

Semakin banyak inti, akan semakin balk pembakaran yang dihasilkan. Elektrode V cocok untuk segala jenis mesin.
Menurut uji coba yang dilakukan, kendati secara umum produsen busi mempunyai kinerja maksimum sampai 20.000 km namun yang efisien hanya 10.000 km. Setelah jarak tersebut, maka kemampuannya akan menurun. Anda bisa mempertimbangkan apakah masih tetap menggunakan busi itu, tetapi kemampuannya telah menurun sehingga kinerjanya menurun atau mengganti busi baru sehingga kinerjanya bisa lebih optimal.

Membuat Alat Bahan Bakar Alternatif dari Sampah

Bermula dari pemberitaan di salah satu stasiun televisi tentang anak SMP yang berhasil membuat alat pengubah sampah plastik menjadi minyak. Rasa penasaran mulai membayangi, coba bayangkan jika tiap keluarga mampu membuat alat ini, dan memakainya untuk m̷e̷n̷g̷h̷a̷b̷i̷s̷i̷ sampah plastik disekitar rumah, hampir bisa dipastikan tak akan ada lagi sampah plastik yang bertebaran, lingkungan jadi semakin bersih dan tanpa sadar kita sudah berpartisipasi pada usaha penyelamatan bumi dari pencemaran limbah plastik. 

Sebagai tambahan, plastik baru bisa terurai setelah 100 tahun berada dalam tanah, bisa juga lebih, tergantung pada jenis plastiknya. hmmm lama banget kan !!

Selain itu, untuk keperluan sehari hari kita tidak perlu membeli minyak tanah yang harganya semakin tak terjangkau. Sebab minyak yang dihasilkan alat ini kualitasnya lebih bagus dari minyak tanah. Dan jika mau, kita bisa mengkonversi lebih lanjut menjadi bensin, solar etc. 

Isu kenaikan BBM yang sedang menghangat, sepertinya bakalan menambah kebermanfaatan alat ini pikirku. Penasaran semakin berlanjut yang pada akhirnya memaksaku untuk berkeliling seputaran google. Ada banyak informasi dan referensi yang aku dapatkan, dimulai dari sebuah mesin raksasa dari Amerika yang dapat menghabiskan ribuan ton sampah dalam setiap tahunnya untuk kemudian dikonversi menjadi minyak mentah. 

Lanjut ke seorang warga Jepang yang membuat alat pengubah sampah plastik menjadi minyak. Alat ini lebih simpel dan diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, namun sayang harganya yang masih selangit yaitu sekitar 100 juta rupiah. Alat ini diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Blest, info selengkapnya mengenai alat ini silahkan cek tkp

Tidak hanya sampai disitu, ternyata di kota Ngawi anak anak SMK mampu membuat alat yang lebih sederhana dan lebih masuk akal untuk masyarakat Indonesia. Alat ini menggunakan bahan utama tabung elpiji 3 kg dan pipa besi, dilengkapi dengan dua lubang penguapan yang mampu menghasilkan bensin dan solar. Hmmmm mantap juga nih alat, namun sayangnya lagi, untuk dapat membuat alat ini memerlukan modal sekitar 600 ribu rupiah, murah? iya tapi masih belum cukup hemat untuk ukuran kantongku. Berita lengkapnya

Akhirnya pencarian referensi dan informasi sampailah pada titik konsep bahwa sebenarnya plastik memiliki kemiripan unsur pembentuk dengan bahan bakar minyak. Saat dipanaskan plastik akan meleleh lalu mencair, cairan plastik ini jika terus dipanaskan akan membentuk uap panas, dan jika uap panas ini melewati pendingin (kondensor) dia akan mengembun dan membentuk minyak. Mungkin itu konsep dasar yang aku tangkap. Mohon koreksinya kalo salah.

Setelah tertangkap konsep dasarnya, aku kembali melihat video anak smp di awal, akhirnya alat ini yang aku jadikan patokan, karena dari semua alat yang ada hanya inilah yang paling sederhana. 

Okeeey sobat klikedukasi saatnya kita memulai pembuatan alat dengan menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan: 

  1. Kaleng bekas biskuit Khong Guan, tanggo atau sejenisnya
  2. Pipa besi sepanjang 2 meter atau  lebih panjang akan lebih bagus. Jika kurang dari 2 meter, kondensasi uap panasnya tidak maksimal. aku menggunakan pipa bekas antene :p
  3. Lem besi
  4. Sampah plastik
    Beberapa sampah plastik yang aku gunakan.

Selanjutnya tinggal merakitnya menjadi bentuk seperti di bawah. 


Yang perlu diperhatikan adalah saat pengeleman, usahakan tiap sambungan tertutup lem dengan rapat, sebab jika ada kebocoran akan berpengaruh pada proses kondensasi dan banyaknya minyak yang dihasilkan.

Ini adalah tampilan alat sederhana buatanku..


Dari percobaan yang sudah aku lakukan, sampah plastik satu kaleng tango dapat menghasilkan minyak sebanyak setengah botol air mineral. Sebenarnya kuantitas minyak yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis sampah plastik yang digunakan.  Plastik botol minum seperti (aqua, mizone, pocari sweat, ember plastik etc) dapat menghasilkan lebih banyak minyak jika dibandingkan dengan kantong plastik, ato plastik-plastik snack.


Alat ini juga sudah aku coba di sekolah, dan alhamdulillah berhasil, berikut hasil percobaan kita.


Kita mencoba memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai serta sampah yang ada disekitar sekolah, termasuk tempat uji coba juga dilakukan pada bekas reruntuhan bangunan sekolah . Ohya untuk pembakaran bisa dengan media apapun, disekolah aku nyoba make bahan bakar kayu, Namun untuk hasil yang maksimal, kita bisa menggunakan kompor gas, kenapa? yaaa karena panasnya lebih stabil dan kita mudah dalam mengatur suhu pemanasannya.




Foto anak anak sedang melakukan pengeleman pada pipa besi.

Jika pemanasan stabil (sayangnya aku ga sempet ngukur suhu pemanasannya) sekitar 20 - 30 menit pemanasan, minyak akan mulai menetes pada ujung pipa.

Dan ini dia hasilnya, aku sempet membuktikan bahwa minyak yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya dari minyak tanah, sebab minyak ini dapat menyala di atas pipa besi dan sempet menyambar kumpulan minyak yang ada di bawahnya. 

Menurut keterangan yang aku dapatkan, minyak yang dihasilkan dengan alat sederhana ini masih termasuk minyak mentah, artinya minyak ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi bensin, solar, minyak tanah dan sejenisnya.

Ohya semenjak ada alat ini, semua sampah plastik di rumah, aku kumpulkan untuk kemudian aku konversi menjadi minyak dan mudah-mudahan dengan adanya alat seperti ini lingkungan sekitar rumahku terbebas dari sampah plastik.

Sekian, semoga menginspirasi.